5 Startup Unicorn di Indonesia yang Melejit

Perkembangan teknologi ekonomi Indonesia semakin pesat. Ini ditandai dengan adanya beberapa startup yang berubah menjadi unicorn. Untuk bisa menjadi startup unicorn di Indonesia, mereka harus memiliki nilai valuasi sebesar 14 triliun.

Lalu, kira-kira perusahaan startup apa saja yang telah berubah menjadi unicorn di Indonesia? Berikut daftar lengkapnya.

  1. Gojek

Siapa yang tidak mengenal Gojek? Hampir semua lapisan masyarakat pernah merasakan layanannya. Gojek mengawali bisnisnya dengan menggunakan layanan lewat call center. Tapi semenjak tahun 2015, Gojek memiliki aplikasi dengan 3 jenis layanan yang mereka berikan kepada masyarakat, yaitu GoRide, GoMart, dan GoSend.

Banyak investor yang mau menanamkan dananya pada Gojek. Berbagai perusahaan raksasa yang pernah mengucurkan dananya pada Gojek antara lain Tencent Holding, JD.com, Google dan Amazon.

  1. Tokopedia

Didirikan pada tahun 2009 oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, startup di bidang e-commerce ini mendapat status unicorn di tahun 2017. Dan pada tahun 2017 pula, Tokopedia mendapat suntikan dana sebanyak 14 triliun dari perusahaan raksasa Alibaba.

Masuknya Alibaba dalam bisnis Tokopedia seperti menegaskan bahwa Tiongkok mampu mencengkeram bisnis berbasis teknologi di Asia. Selain itu, Tokopedia juga mendapat tambahan dana investasi dari Sequoia Capital India dan Softbank Grup dari Jepang.

  1. Traveloka

Jika sering menggunakan alat transportasi pesawat, bus, ataupun kereta, kamu pasti tidak asing lagi dengan Traveloka. Perusahaan yang didirikan tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang ini merupakan jasa layanan penyedia tiket transportasi. Tapi seiring berjalannya waktu, layanan Traveloka juga merambah pembelian pulsa, pembayaran listrik, air dan lain sebagainya.

Tak butuh waktu lama. Hanya 5 tahun sejak pendiriannya, Traveloka berhasil menyabet status unicorn setelah perusahaan Expedia memberikan suntikan dana sebesar US$350. Tak hanya Expedia saja. Beberapa perusahaan lain juga memberikan suntikan dana. Seperti JD.com dan Hilhouse Capital dari China, serta GFC dan Sequoia Capital dari AS.

  1. Bukalapak

Selain Tokopedia, Bukalapak juga salah satu e-commerce yang mendapat gelar unicorn. Didirikan pada tahun 2010 oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid, Bukalapak mendapatkan status Unicornnya pada tahun 2017. Setelah mendapat klaim dengan nilai valuasi sebesar 13,5 Trilyun rupiah.

Pemilik saham paling besar Bukalapak adalah konglomerasi media EMTEK. Memasuki tahun ke-10, Bukalapak telah berhasil menyabet gelar unicorn dengan kunjungan ke aplikasi melebihi 420 juta per bulan. Selain itu, di aplikasi Bukalapak ini terdapat 5 juta pelapak sekaligus 3 juta mitra yang telah bergabung.

  1. OVO

Bagi kamu yang suka menggunakan digital wallet sebagai alat pembayaran, pasti tidak asing dengan OVO. Dompet digital yang dibawahi oleh Lippo Group ini telah memiliki nilai valuasi sebesar US$ 1 miliar pada tahun 2020. Perkembangan OVO memang sangat pesat. Maka tak salah jika Tokyo Century mengucurkan dananya sebesar US$120 juta pada tahun 2018.

Itulah 5 startup unicorn di Indonesia yang berhasil menyabet gelar unicorn sekaligus mendapat kucuran dana investasi dari luar negeri. Kamu juga mau kan? Untuk bisa mewujudkan mimpi menjadi pengusaha sukses, kamu harus selalu disiplin dalam mengatur waktu. Maka dari itu, kamu membutuhkan bullet journal agar segala sesuatu lebih terorganisasi.

Bullet jornal dengan berbagai karakter yang menarik ini bisa kamu temukan di bukuqu.com. Di sini tidak hanya menyediakan bullet journal saja. Tapi juga berbagai buku pesan atau buku notes menarik agar jadwal kamu bisa tersusun dengan sebaik mungkin.

Leave a comment

All comments are moderated before being published