Beberapa Dalam Proses, Perusahaan Start Up Indonesia Ini Sudah Terdaftar IPO

Saham dan investasi digital menjadi ramai diperbincangkan di era ini. Salah satu investasi yang dilakukan adalah dengan mengembangkan perusahaan start up di Indonesia. Penawaran umum saham di Indonesia ini disebut juga dengan IPO atau Internal Public Offering. Penasaran dengan start up yang sudah terdaftar IPO? Simak terus informasinya ya.

E-Commerce Bukalapak

Siapa yang tidak kenal dengan salah satu e-commerce ini. Dari iklannya, Bukalapak selalu menampilkan produk yang laris dan terjangkau. Siapa sangka kalau start up lapak online ini terdaftar dalam IPO. Dalam penawaran perdana IPO pada tanggal 27 hingga 30 Juli 2021, Bukalapak menawarkan 25.765.504.800 lembar saham.

Perusahaan e-commerce ini terbilang pesat dalam debut perdagangan. Pasalnya, Bukalapak dapat mengumpulkan sekitar kurang lebih 3,24 triliun. Sebagai penentuan emisi dalam listing, UBS dan Mandiri Sekuritas yang berperan dalam hal ini.

Bahkan, Bukalapak juga telah membangun kemitraan dengan Microsoft pada Bulan November 2020.

Beberapa Stratup Dari Indonesia Lain Yang Masih Proses IPO

Dengan terdaftarnya Bukalapak pada IPO, perusahaan start up yang lain juga ikut memperluas mitra serta meningkatkan kualitas layanan dalam proses mendaftar IPO. Berikut beberapa start up.  

Merger Gojek Dan Tokopedia (GoTo)

Bergabungnya kedua start-up Tokopedia dan GoJek ini merupakan strategi dalam proses IPO. Diharapkan dengan hasil merger ini, GoTo berhasil masuk ke dalam list IPO.

GoTo diluncurkan untuk saling melengkapi secara umum. Misi kedua perusahaan start up hampir sama. Jadi, Anda juga akan dimanjakan dengan beberapa fitur seperti halnya pengiriman layanan makanan, barang, keuangan serta transportasi. Selain itu, ada juga fitur pembayaran digital yang menawarkan beberapa voucher belanja menarik.

Startup Travelling – Traveloka

Dari Bukalapak yang mampu masuk dalam list IPO, banyak start up yang lain ikut bergerak dalam proses IPO. Traveloka termasuk start up yang masih dalam tahap proses.

Salah satu upaya Traveloka dalam meningkatkan kualitasnya, perusahaan start up ini melakukan penawaran saham pertama kali di pasar modal Amerika Serikat.

Startup Pengiriman Barang Dan Logistik – J&T Express

Selain start up e-commerce di Indonesia, ada perusahaan jasa kurir online yaitu J&T Express. Perusahaan start up ini menawarkan saham perdana pada pasar modal Amerika Serikat di Wall Street. Target modal yang diharapkan perusahaan ini bisa mencapai hingga 14,4 Triliun Rupiah.

Selain itu, perusahaan ini juga berupaya dalam melakukan putaran investasi modal baru. Namun, Public Relations J&T mengonfirmasikan bahwa informasi tersebut masih belum pasti. Meskipun begitu, J&T Express juga masih mengupayakan agar mampu bersaing dengan bisnis lainnya.

Sampai sekarang pun, perusahaan e-commerce jasa kurir ini bermitra dengan Shopee, Bukalapak.com dan PT Tokopedia.

Produk Sayur Mayur Online – Sayurbox

E-commerce yang berikutnya adalah produk fresh seperti buah-buahan, sayur- mayur, daging dan produk masakan segar lainnya. Start up ini memiliki rencana panjang dalam target memasuki list IPO.

Namun, setelah dikonfirmasi, Amanda Susanti selaku Officer Sayur Box masih tahap rencana jangka panjang untuk daftar IPO. Ia menyebutkan bahwa setiap start up pasti memiliki mimpi bisa tembus IPO. Oleh karena itu, ia masih belum tahu secara matang dan detail kapan rencana ini akan dilaksanakan.

Semoga dengan perkembangan daya kreativitas para inovator digital ini, start up di Indonesia mampu menembus list IPO sehingga mampu bersaing dengan start up negara lainnya.

Bisnis milenialBukalapakStartup

Leave a comment

All comments are moderated before being published