Daily Planner 2021 Untuk Anak-anak, Pentingkah?

Selama ini daily planner lebih ditujukan kepada orang dewasa. Membuat to do list terbukti mampu memudahkan mereka mengingat kegiatan apa saja yang harus dilakukan setiap hari beserta batas waktu pelaksanaannya. Namun ternyata, daily planner juga baik diperkenalkan pada anak-anak. Kita tahu anak-anak belum stabil dalam mengatur waktu. Mereka belum sepenuhnya paham mengenai jadwal harian karena sebagian besar keperluan atau tugas-tugasnya lebih sering diambil alih oleh orang tua.

Padahal, dalam rangka mengembangkan perilaku yang lebih baik, anak-anak perlu diajarkan disiplin waktu dan tanggung jawab sedari dini. Salah satu caranya dengan menggunakan media berupa daily planner atau catatan perencanaan. Seperti yang dilampirkan dalam buku berjudul “The Creator of Easy Daysies”, Elaine Comeau menuturkan 5 alasan pentingnya membuat jadwal harian untuk anak-anak berusia 3-12 tahun, antara lain:

  1. Sebagai upaya meningkatkan kemampuan bekerja sama.
  2. Melatih kedisiplinan dan belajar bertanggung jawab terhadap kewajiban.
  3. Membangun rasa percaya diri, tekad, dan belajar mengambil keputusan-keputusan sederhana.
  4. Menumbuhkan rasa bahagia.
  5. Menghilangkan kecemasan.

Di Indonesia, budaya “memanjakan” anak berlangsung lebih panjang daripada di luar negeri. Hal itu dapat kita bandingkan melalui keterampilan, kecakapan, dan keberanian antara anak di Indonesia dengan di luar negeri. Anak-anak di luar negeri cenderung lebih mandiri dan berani mengemukakan pendapat. Oleh karena itu, sudah waktunya untuk membuang kebiasaan lama. Kesiapan anak-anak menyongsong masa depan bergantung pada didikan orang tua.

           

Membuat Daily Planner 20201Sendiri

Keberadaan smartphone memang sangat membantu memudahkan manusia dalam beraktivitas, termasuk dalam membuat catatat perencanaan harian atau daily planner. Namun khusus untuk anak-anak, sebaiknya tidak mengandalkan daily planner yang sifatnya digital. Alangkah lebih baik lagi dibuat secara manual dalam buku khusus atau diary. Selain melatih kreativitas anak-anak, membuat daily planner manual diketahui dapat mempertajam ingatan mereka.

Caranya cukup mudah. Silakan ikuti tipsnya berikut ini.

  • Persiapkan buku dengan lembaran bergaris, polos, atau kotak-kotak. Bimbing anak-anak membuat 12 tabel bulan lengkap dengan tanggalnya.
  • Tulis aktivitas apa yang harus mereka lakukan setiap hari mulai dari bangun tidur hingga tidur malam. Agar tampilannya semarak, tambahkan gambar-gambar lucu pada setiap halaman, tulisan warna-warni, atau stiker. Sehingga anak-anak bersemangat ketika membuka lembar demi lembar jadwal.
  • Di samping kegiatan harian, buku daily planner juga bisa memuat catatan keuangan anak-anak. Catatan keuangan di sini sederhana saja, bisa berupa berapa kesanggupan mereka menyisihkan uang jajan setiap hari. Fisik uangnya sendiri dimasukkan dalam celengan atau box khusus penyimpanan. Dengan catatan keuangan seperti itu, diyakini dapat membangkitkan semangat menabung pada anak-anak.
  • Aktivitas bonus. Aktivitas bonus di sini lebih kepada reward yang diberikan orang tua kepada anak-anak ketika mereka berhasil mencapai target tertentu, misal mendapat nilai ulangan tertinggi di sekolah, memenangkan suatu lomba, dan sebagainya. Karena reward ini belum diketahui jadwal pastinya, maka aktivitas bonus ditulis pada lembar tersendiri. Jadi setiap anak-anak membacanya, semangat mereka terpacu untuk belajar dan berlatih lebih giat lagi.
  • Catatan target. Tulis target apa yang hendak dicapai selama 1 tahun. Daftar target mendorong anak-anak untuk dapat memanfaatkan waktu dan membaca peluang yang ada.
  • Daftar kepandaian. Anak-anak diharapkan punya kepandaian baru seiring berjalannya waktu. Tulis apa saja yang anak-anak ingin kuasai sepanjang tahun 2021 ini. Misal, bisa mengendarai sepeda roda 2, bisa berenang, khatam Al-Quran, bisa menyiapkan sarapan pagi sendiri, dan sebaginya.

Begitulah tips membuat daily planner 2021 untuk anak-anak. Mulailah menerapkannya  dalam keluarga Anda dan petik manfaatnya.

Leave a comment

All comments are moderated before being published