Kenali Resiko Pinjol Ilegal Sebelum Menggunakan Jasanya

Pinjaman online adalah salah satu produk dari financial technology atau yang biasa disebut dengan fintech. Kehadiran pinjaman online seperti solusi untuk mendapat dana segar dengan mudah. Proses kredit yang biasanya cair dalam waktu satu minggu, dengan pinjaman online bisa cair dalam hitungan menit tanpa proses yang rumit.

Inilah alasan mengapa banyak nasabah yang beralih dari jasa pinjaman konvensional ke pinjaman online. Banyaknya kebutuhan akan pinjaman online membuat bisnis pinjaman online ilegal bermunculan. Dengan promosi yang masif dan besar-besaran, mereka datang layaknya malaikat penyelamat yang bisa memberikan solusi bagi kebutuhan dana dadakan.

Meski terdengar sebagai sebuah solusi, nyatanya pinjaman online atau yang biasa disebut pinjol Tetap memiliki resikonya tersendiri. Berikut beberapa resiko pinjol ilegal yang harus diketahui.

  • Berbunga Tinggi

Kemudahan yang diberikan pinjol online merupakan resiko tersendiri yang harus dihadapi pemiliknya. Resiko yang tinggi inilah yang membuat pinjol ilegal menerapkan bunga tinggi pada pinjaman yang diberikan. Hal ini yang sering tidak disadari oleh nasabah.

Kemudahan yang didapat nasabah tidak memberi kesempatan mereka untuk berpikir dan berhitung. Penyesalan akan dihadapi setelah nasabah diharuskan untuk mengembalikan pinjaman dalam jumlah bunga yang di luar nalar.

  • Plafon Pinjamannya Cukup Kecil

Dibandingkan dengan pinjaman konvensional, plafond pinjaman online lebih kecil. Rata-rata di bawah 5 juta. Pinjaman di atas 1 juta bisa diberikan setelah beberapa kali pinjam tanpa ada masalah pelunasan sebelumnya. Ini dikarenakan pinjol tidak meminta jaminan atas pinjaman yang diberikan. Terlalu beresiko jika memberikan pinjaman di atas 5 juta.

  • Menggunakan Data Diri di Aplikasi

Cara melakukan pinjaman online cukup mudah. Hanya dengan mendownload aplikasi di smartphone. Tak hanya sebatas itu saja. Perusahaan fintech ini juga akan meminta ekspose semua data yang ada di ponsel. Termasuk daftar kontak yang ada di dalamnya.

Ketika nasabah mengalami telat bayar atau bahkan gagal bayar, debt collector akan melakukan penagihan dengan berbagai cara. Termasuk meneror nomor kontak yang ada di ponsel tersebut hingga mempermalukan nasabah.

  • Persetujuan Lama

Apakah semua pinjol cepat menyetujui pengajuan kredit? Ternyata jauh api dari panggang. Tidak semua nasabah yang mengajukan kredit langsung disetujui. Perlu menunggu beberapa jam hingga beberapa hari. Bahkan ada beberapa pinjol ilegal yang tidak memberikan notifikasi ketika pinjaman tidak disetujui.

Nah, bagi kamu yang sudah terlanjur berekspektasi tinggi dengan cepatnya pencairan, sebaiknya pikir ulang. Karena realita memang tidak seperti harapan. Coba baca testimoni pelanggan terlebih dahulu sebelum memutuskan mendownload aplikasinya.

  • Tetap Ada Penagihan

Jangan pernah ada persepsi bahwa pinjam secara online tidak mungkin ditagih jika tidak membayar. Singkirkan pemikiran seperti itu. Karena meski hanya di dunia maya, akan tetap ada penagihan jika telat bayar. Cara penagihan bertahap. Mulai hanya sebatas bersifat mengingatkan saja hingga penagihan secara intensif.

Jadi pastikan ada kemampuan membayar ketika akan mengajukan kredit pada pinjaman online. Terlebih lagi pinjaman online ilegal. Salah satu faktor yang bisa membuat telat bayar hutang adalah lupa. Lupa kalau sudah deadline harus melunasi pinjaman. Agar tidak lupa, kamu bisa catat semuanya di notebook.

Apa yang harus dicatat? Banyak. Kapan tanggal untuk pelunasan, berapa jumlah yang sudah dibayar, dan berbagai informasi terkait utang lainnya. Semua ini bisa kamu lakukan dengan pilihan produk dari http://bukuqu.com/. Di sana bisa kamu temukan berbagai produk terkait planner book sesuai dengan kebutuhan catatanmu.

Pinjaman onlinePinjolPinjol ilegal

Leave a comment

All comments are moderated before being published