Tidak Ribet! Ternyata Begini Cara Mengurus E-KTP

Banyak yang mengeluhkan kalau mengurus E-KTP itu ribet. Masalahnya, kita harus meminta surat keterangan RT/RW terlebih dahulu. Setelah mengajukan surat ke dispendukcapil, proses menunggu E-KTP pun juga masih lama. Bahkan, ada yang harus menunggu hingga berminggu-minggu.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan Informasi, cara mengurus E-KTP semakin mudah. Berdasarkan Perpres Nomor 96 Tahun 2018, pembuatan E-KTP tidak lagi mengurus surat keterangan RT/RW atau Kepala Desa terlebih dahulu. Anda bisa langsung mengurusnya ke kantor resmi dispendukcapil di wilayah Kota atau Kabupaten. Begini cara mudah mengurus E-KTP.

Syarat yang harus Dipenuhi untuk Membuat E-KTP

Sebelum mengurus E-KTP, ada baiknya anda mengetahui persyaratan terlebih dahulu mulai dari fotokopi KK, surat keterangan pindah (bagi imigran dari tempat lain atau luar negeri), dokumen perjalanan/kartu izin tinggal tetap (bagi WNA), surat kehilangan dari pihak kepolisian/E-KTP rusak (bagi warga yang kehilangan E- KTP atau E-KTP rusak).

Yang terpenting dalam mengurus E-KTP adalah berusia 17 Tahun. Bagaimana dengan KIA atau KTP Anak? Anda cukup melampirkan fotokopi akta kelahiran, fotokopi KK, fotokopi KTP orang tua dan foto anak terbaru berukuran 2x3 cm.

Langkah-langkah Mengurus E-KTP dengan Mudah

Setelah melihat beberapa syarat yang sudah ditentukan berdasarkan peraturan pemerintah, ada beberapa informasi yang harus anda lakukan supaya cara mengurus E-KTP dapat dilakukan lebih mudah. Berikut langkah-langkahnya:

  • Pertama-tama, anda harus mendatangi kantor resmi atau UPT Dispendukcapil area Kota/Kabupaten dengan membawa dokumen persyaratan sesuai kebijakan yang sudah diinformasikan sebelumnya.
  • Anda harus mengambil nomor antrean. Setelah mengambil nomor, petugas Dispendukcapil akan membantu verifikasi dokumen penduduk seperti KK dan data lain. Dokumen juga akan di cek melalui database kependudukan.
  • Setelah data dan semua dokumen diverifikasi oleh petugas, anda akan mengikuti pengambilan foto di tempat yang sudah disediakan oleh petugas. Berikan tandatangan anda pada perekam tanda tangan elektronik dilanjutkan dengan perekaman sidik jari dengan cara menempelkan telunjuk dan ibu jari bagian kanan. Proses juga dilanjutkan dengan perekaman iris mata.

Proses perekaman semuanya membutuhkan durasi antara 10 hingga 15 menit. Petugas akan memverifikasi surat perekaman dengan stempel dan tanda tangan setelah semua tahap perekaman selesai.

  • Yang terakhir adalah proses pencetakan E-KTP. Karena banyaknya penduduk yang mengurus E-KTP dalam satu hari, anda perlu sabar menunggu waktu selama dua minggu. Apabila E-KTP sudah tercetak, anda akan mendapatkan kabar dari petugas untuk mengambil E-KTP di Desa atau Kelurahan setempat.

Membuat E-KTP Tidak Membutuhkan Waktu Lama Lagi

Berdasarkan kebijakan yang ada pada Bab II Pasal 3, pengurusan akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, surat keterangan pindah, KK dan E-KTP harus diselesaikan  dalam waktu satu jam atau selambat-lambatnya 24 jam sejak syarat dinyatakan lengkap oleh petugas dari kantor resmi Dispendukcapil wilayah Kota dan Kabupaten. Batas waktu ini bisa berubah jika menemui permasalahan pada jaringan komunikasi.

Cara membuat E-KTP ini tidak dipungut biaya atau gratis. Selain itu, masa berlaku E-KTP seumur hidup jadi tidak perlu diperpanjang lagi. Apabila ada oknum yang meminta biaya pengurusan E-KTP, anda wajib melaporkan oknum tersebut kepada petugas Dispendukcapil.

Nah, sudah jelaskan? Kalau mengurus E-KTP ini sangat mudah, gratis dan tidak menunggu lama-lama lagi. Jika usia anda sudah 17 Tahun, segera urus E-KTP ya! Ingat! Pendaftarannya juga gratis.

Leave a comment

All comments are moderated before being published